Kamis, 09 April 2015

TERAPY TENAGA PRANA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA TELUR AYAM


Saya akan mencoba  mengupas  tentang terapy tenaga prana dengan menggunakan media  telur ayam ada  tiga macam terapy dengan menggunakan telur ayam antara lain adalah  :
1 . Terapy telor ayam untuk membuka sumbatan2 pada aliran darah
2 . Terapy telur ayam  untuk menyedot penyekit Insya Allah segala macam penyakit
3 . Telur ayam sebagai media kerokan .

- Terapy telur ayam untuk membuka sumbatan pada aliran darah

Kita ambil telur ayam usahakan telur ayam kampung karena telur ayam kampung mengandung embrio lalu kita lihat telur tersebut dengan menggunakan lampu atau kea rah sinar matahari agar kita tau telur tersebut masih bagus ,setelah itu kita tekan atau kita transfer telur tersebut dengan menggunakan tenaga murni  7.11 dengan konsentrasi tingkat tinggi lalu letakkan ujung telur tersebut pada titik2 syaraf pada jari jemari kaki si penderita,apabila terasa kesakitan berarti aliran darahnya tersumbat,Insya Allah setelah 10 jari jemari kaki sudah kita terapy maka si penderita akan terasa nyaman .
Terapy jenis ini juga sekaligus dapat mendeteksi penyakit dilihat dari jari yang mana yang terasa sakit dan apabila begitu telur ayam tersrbut setelah ditempelkan pecah maka terdeteksi ada energy negative yang tersedot oleh telur tersebut…..

-Terapy telur ayam untuk menyedot penyakit

Kita ambil dan siapkan telur ayam kampung yang sudah kita yakinkan bahwa telur tersebut benar2 baru dan bersih isinya tentunya setelah kita terawang pada cahaya lampu atau matahari..
Langkah selanjutnya kita transfer energy murni kita ( tenaga murni hasil latihan olah pernapasan ) kita tekan dengan menggunakan jurus 7 .9 .11 lalu kita letakkan pada bagian anggota badan yang sakit atau benjolan2 yang tumbuh di badan si penderita ,konsentrasi tingkat tinggi kita perlukan untukmemindahkan penyakit dengan cara ini .
Setelah ujung telur tersrbut kita letakkan pada bagian yang sakit kita protect diri kita dengan menggunakan jurus NOL dan sesekali kita tarik dengan menggunakan jurus 11 – 12 terus menerus ,hasilnya akan bisa kita lihat dari telur yang kita gunakan ,kita pecahkan telur tersebut dan kelihatan perubahan warna atau tekstur isi telur.kalau penyakitnya sangat berat maka isi telur akan berubah warna hidam dan warna darah padatelur yang kita gunakan
3 . Telur ayam sebagai media untuk kerokan .
Kerokan adalah terapy tradisional biasanya apabila kita masuk angin kita akan lebih lega kalau badan kita dikerok dengan menggunakan minyak dan koin sebagai alat untuk mengeroknya .

Kali ini saya akan ajarkan kerokan biasa telur tersebut kita terawang dalamnya pada lampu atau cahaya matahari setelah itu kita tekan dengan menggunakan jurus 1 . 5. 5 .1 dengan konsentrasi tinggi tentunya ,setelah kita transfer energy lalu kita godok telur tersebuh sampai matang,setelah matang kita kupas kulitnya dan kita dinginkan sejenak dengan merendamnya pada air dingin. Setelah terasa dingin kita bungkus dengan sapu tangan ,dan kita gosok2kan pelahan pada punggung /dada seperti kita ngerok dengan menggunakan koin hanya saja menggunakan telur ditak boleh terlalu menekan seperti menggunakan koin …
Setelah selesai kerokan dengan menggunakan telur bisa  dilihat telur matang yang kita gunakan tadi nampakbanyak bintik2 hidan telur akan membiru.
Selamat mencoba teman2 seperguruan semoga bermanfaat untuk kita semua,karena hanya anggota yang bisa menerapkan Terapy telur ini ….

Senin, 06 April 2015

DIBUANG SAYANG

Di perguruan kami ada program penyembuhan gratis yang kami lakukan dari kampung ke kampung dengan menggunakan tenaga dalam yang kami pelajari,pada suatu saat ketika kami mengadakan terapi didesa Dukuh di Kabupaten Cirebon beberapa saat yang lalu hasil jepretan kamera hasilnya ada sedikit  keanehan berupa gambar2 seperti ada penampakan .
Kami kaget melihat hasil jepretan photo tersebut baiklah kami akan tampilkan hasil jepretan gambar2 tersebut di bawah ini .

1 . Ini adalah gambar dalam satu ruangan yang penuh sesak dengan warga yang ingin di terapi tetapi hasil jepretan Nampak seperti  ini ,nampak seperti ada di suatu tempat dan Nampak pula sosok kepala nenek2 di tengah dan potongan kaki serta mahluk berwarna putih di sebelah kiri …..


2 . Coba perhatikan gambar ini ,ketika seorang terapys dari perguruan kami sedang mencoba menerapy warga, nampak ada potongan tangan yang di tempel potongan tangan lain yang ikut beraksi  meramaikan suasana terapy gratis pada saat itu 


 

 3 . Di gambar yang ke tiga Nampak rekan kami yang awalnya sedang mencoba menerapy seorang nenek yang merasa kesakitan pada bagian lambungnya .ternyata hasil jepretan photonya Nampak seperti nenek tadi menggunakan mukena ..




 4 .Masih dalam acara penyembuhan gratis di desa dukuh ,hasil jepretan photo Nampak  penampakan mahluk asing ada di sudut sebelah kiri dan jari jemari  mahluk asing Nampak pula di sudut sebelah kanan atas

5 .Dalam gambar ini nampak jari jemari tangan yang nampak asing dan ber tebaran dimana2






 


6 . Nampak disini energy liar yang berada di ruangan yang kita gunakan untuk terapy dengan menggunakan tenaga prana gratis buat  warga desa dukuh Kabupaten Cirebon .


7 . Ruangan yang kita gunakan untuk terapy yang penuh sesak dengan warga yang ingin minta di terapy,nampaknya klo kita  liat dari hasil photo masih banyak sekali energy negative liar yang lalu lalang di ruangan ini sehingga hasilnya nampak seperti yang ada dalam gambar ini .




8 , Penampakkan masih di tempat yang sama ketika mengadakan penyembuhan gratis.










9 ,  Tempat dimana penampakkan itu ada


10 , Penampakkan seorang wanita tanpa
       kepala dan tangannya di gedung kesenian
       Cirebon ketika setia Prana Band mengikuti
       vestival Band se kota Cirebon

 


Kamis, 02 April 2015

KEGUNAAN UTAMA TENAGA DALAM

Tenaga dalam, sebagai tenaga ekstra antara lain berguna untuk:
-         menghasilkan tenaga ekstra untuk menghancurkan benda keras.
-         menghasilkan tenaga ekstra untuk memperkuat benda lemah.
-         meningkatkan stabilitas atau kemantapan tubuh.
-         meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh.
-         meningkatkan stamina atau ketahanan tubuh.
-         memperkuat denyut jantung, tekanan darah, dan suhu tubuh.
-         menangkal racun, virus, dan kuman, dan menyembuhkan penyakit.
-         meningkatkan produksi hormon untuk sensasi, persepsi atau penginderaan.
-         mempekakan penginderaan pancaindera.
-         membangkitkan penginderaan keenam atau ekstra (extra sensory perception, ESP)
-         melakukan telepati, telekinesa atau psikokinesa, dan semacamnya.
-         meringankan tubuh dalam berlari dan melompat atau meloncat.
-         dan lain sebagainya, yang bermanfaat bagi diri sendiri atau pun orang lain.

PENGGUNAAN TENAGA DALAM UNTUK PENYEMBUHAN DAN PEMULIHAN.
Secara garis besar, berdasarkan pada fisika, kimia, biologi, fisiologi, psikologi, dan medika, pada dasarnya atau intinya, penyakit apa pun yang berlangsung, terjadi, atau menimpa suatu bio-organisme, terutama manusia, adalah karena terganggunya keseimbangan fisik dan atau psikik, terlepas dari sumber gangguan yang beragam. Penyembuhan dan pemulihan adalah dimaksudkan untuk mengembalikan keadaan ke keseimbangan semula.
Gangguan keseimbangan ini terjadi karena tak berperan atau tak berfungsinya satu atau lebih elemen tubuh, fisik atau pun psikik, secara sebagaimana mustinya. Gagal beroperasi, karena terhambat, atau samasekali tak beroperasi karena rusak. Dalam penyembuhan dan pemulihan, penghambatan harus disingkirkan, kegagalan dan kerusakan harus diperbaikan, dikembalikan ke keadaan semula.
Meski secara kodrati tak semua penyakit dapat dengan mudah disembuhkan dan dipulihkan secara utuh ke keadaan semula, tapi setidaknya sebagian besar kini dapat ditangani dengan baik. Penyakit yag tergolong sulit disembuhkan atau dipulihkan adalah kerusakan neuron nukleon atau sel saraf pusat di otak, karena neuron tak bersifat generativ dan reformativ seperti sel somatik atau sel tubuh, dengan sedikit pengecualian untuk neuron ganglion atau sel saraf tepi, yang dalam beberapa kasus dapat melakukan reformasi neuronik asalkan tak rusak total. Dengan kata lain, neuron tak bergenerasi dan neuron rusak tak sepenuhnya dapat diperbaiki, kecuali diganti dengan transplantasi atau implantasi sel cikal (stem cell).
Untuk melakukan semua ini, dibutuhkan tenaga atau energi, dalam bentuk bio-energi atau energi elektro-biokimiawi. Makin berat suatu penyakit, makin besar energi dibutuhkan untuk reformasi dan atau regenerasi selular. Dan bio-energi besar dapat diperoleh melalui teknik respirasi aerobik eksternal pranayama. Dan sebagaiman telah dijelaskan diatas bahwa tenaga adalah fungsi gaya dan juga fungsi daya, untuk penyakit berat, catu energi harus dilakukan berulang-kali, sehingga terjadi efek kumulativ.

LOKALISASI SUMBER GANGGUAN
Sebagaimana telah diuraikan diatas, berdasarkan pada fisika, energi adalah radiasi, absorpsi atau pun emisi, atau pancaran dalam bentuk penyerapan atau pelepasan tenaga. Juga telah dijelaskan pula diatas bahwa energi membangkitkan medan (field) di lokasi dan lingkungan operasi dinamikanya. Makin besar atau kuat energi, makin luas dan kuat medannya. Telah dijelaskan pula bahwa medan radiasi energi ini membentuk selubung tubuh fisik, somafir alias aura.
Berdasarkan pada fisika, kekuatan (strength) atau intensitas (intensty) [I] dari suatu energi adalah tenaga per satuan luas permukaan atau area [A] dan jangka waktu [t], alias daya (power) [P] per luas permukaan. Sehingga intensitas aura dapat dinyatakan dalam formula matematika fisika sebagai berikut.

I = P / A = E / (A . t) = (F . s) / (A . t) = (F . v) / A
dimana,
E, tenaga (energy), dalam J (Joule)
F, gaya (force), dalam N (Newton)
P, daya (power), dalam W (Watt)
A, luas (area), dalam m^2 (meter persegi)
I, intensitas, dalam W/m^2 (Watt per meter persegi)
v, kecepatan (velocity), dalam m/s (meter per second)
s, jarak ruang (space distance), dalam m (meter)
t, jangka waktu (time duration), dalam s (second)

Tubuh normal akan menghasilkan radiasi energi yang relativ merata, vibrasi atau getaran gelombang energi pun terasa merata di semua titik atau normal, kecuali di beberapa titik aktivitas penginderaan akan lebih aktiv, sehingga aura akan tampak relativ stabil. Jika ada gangguan terhadap satu atau beberapa organ tubuh, sehingga organ tersebut sakit atau rusak, yang berarti distribusi bio-energi ke dan dari organ tersebut terhambat atau tak berlangsung sebagaimana mestinya, maka dengan sendirinya radiasi di organ tersebut lemah, redup dan bahankan padam, dan ini terasa sebagai vibrasi sangat lemah atau bahkan hampir tak terasa, dan tampak sebagai distorsi warna cahaya tampak dalam aura.
Lain daripada itu, dengan sendirinya temperatur atau suhu organ terganggu pun tak normal, berbeda dengan suhu normal organ lain tubuh di sekitarnya. Meski demikian mutlak dibutuhkan pembelajaran dan latihan penginderaan untuk membangun kepekaaan untuk mendeteksi dan menentukan secara tepat lokasi gangguan. Artinya tak cukup dengan teori, tapi melalui praktek.

PENYEMBUHAN DAN PEMULIHAN MENGGUNAKAN TENAGA DALAM
Penyembuhan dan pemulihan gangguan organik bio-organisme menggunakan tenaga prana, pada dasarnya adalah dengan cara transfer energi ke lokasi organ terganggu dengan maksud membobol hambatan dan merangsang sel, membangkitkan enzim dan memicu produksi hormon di kelenjar terdekat, dan memberikan catu energi untuk berbagai sel di organ tersebut agar dapat melakukan respirasi.
 Pertama respirasi non-aerobik, dan kemudian disusul dengan respirasi aerobik internal, sampai akhirnya organ tersebut dapat merespons respirasi aerobik eksternal. Sedemikian sehingga organ tersebut dapat kembali melakukan sintesa dan analisa elektro-biokimiawi, metabolisme anabolik dan katabolik, melakukan reformasi dan regenerasi selular, sampai kembali berfungsi dan beroperasi normal sebagaimana mestinya.
Perlu dimengerti dan dipahami bahwa penyembuhan dan pemulihan via tenaga dalam tak terjadi seketika, tapi tetap dibutuhkan proses, yang cukup menyita waktu dan sudah tentu tenaga dalam tersebut sendiri, bergantung pada tingkat gangguan atau stadium penyakit. Artinya, penderita tak selalu seketika segera pulih

Dalam kasus penyembuhan penyakit berat, kronik, atau akut, beberapa orang sumber daya tenaga dalam dapat berkolaborasi atau bekerjasama untuk menghasilkan efek tenaga dalam berlipat ganda. Cara ini tentu juga memerlukan latihan dan praktek kerjasama tim (team work), tak sesederhana seperti diperikan secara teoritik disini.